Buat Website Sendiri

Melakukan Back Up Data pada WordPress

Melakukan Back Up Data pada WordPress – Setelah membangun website WordPress, tentu saja hal yang terpenting yang harus Anda lakukan adalah backup data. Kenapa? Karena bila sesuatu hal terjadi (entah kerusakan di sisi server webhosting, entah kena virus atau serangan SQL injection) yang mengakibatkan website WordPress Anda rusak atau hilang, maka dengan mudah Anda bisa mengembalikannya untuk berfungsi normal seperti sediakala.

melakukan back up data pada wordpress

Mari Anda cari plugin yang sesuai dengan kebutuhan. Bukalah Google.com dan carilah “wordpress plugin backup”. Dalam mencari plugin yang bagus lihat ratingnya, jika ratingnya bagus maka gunakanlah. Misalnya dalam hal ini yang akan digunakan adalah plugin yang bernama WP-DB-Backup. Karena terlihat dari deskripsinya, plugin ini memungkinkan Anda untuk melakukan backup data untuk sistem WordPress berikut data-data lain di database yang sama dan ratingnya juga bagus.

Cara terbaik untuk melakukan instalasi plugin WordPress adalah dengan membaca informasi instalasi. Kliklah tab Installation seperti berikut:

Cobalah Anda memahami apa yang diinstruksikan untuk memasang plugin ini:

  1. Copykan file wp-db-backup.php ke folder /wp-content/plugins
  2. Aktifkan plugin tersebut melalui menu Plugins di Dashboard
  3. Plugin ini akan berusaha membuat subfolder /wp-content/backup-*
  4. Anda harus membuat subfolder /wp-content writable (dapat ditulis/dirubah) secara sementara agar subfolder tersebut dapat dibuat (langkah ke-3)

Setelah membaca petunjuk di atas dapat disimpulkan untuk install plugin WP-DB-Backup cukup mudah, berikut cara menginstallnya :

 

Pertama, Anda perlu meng-upload plugin tersebut. Kali ini Anda menggunakan cara yang sederhana, yaitu melalui File Manager di CPanel. Caranya, Anda cukup buka CPanel (http://DomainAnda.com/cpanel/) dan klik icon File Manager.

Pergilah ke subfolder /public_html/wp-content/plugins dengan cara mengklik tanda plus (+) di public_html, lalu wp-content, dan terakhir plugins.

Lalu Anda klik tombol Upload untuk mengirimkan file di harddisk lokal ke server webhosting.

Anda klik tombol Browse dan pilihlah nama file plugin (dalam bentuk .ZIP) yang tadi Anda download; maka File Manager akan secara otomatis meng-upload file tersebut ke folder /public_html/wp- content/plugins.

Setelah selesai di-upload, Anda harus melakukan ekstract atas file plugin ZIP tadi. Anda centang file ZIP itu dan klik icon Extract.

Setelah di-extract, kini Anda menuju ke layar Plugin. Klik menu Plugins di Dashboard WordPress Anda. Lihatlah, ada plugin baru yang ditampilkan di daftar plugin itu.

Klik link Activate untuk mengaktifkan plugin ini dan klik link Manage – Backup untuk mengatur backup data. Anda bisa memilih 3 pilihan data backup:

  1. Disimpan di server webhosting (Anda harus men-downloadnya sendiri secara manual)
  2. Download langsung ke komputer Anda
  3. Dikirim ke alamat e-mail Anda

Untuk percobaan awal, sebaiknya Anda pilih “Download to your computer” agar Anda langsung memiliki backup website WordPress Anda.

Klik tombol Backup now dan tentukan nama file hasil backup.

Setelah memiliki backup yang pertama, selanjutnya Anda akan melakukan konfigurasi agar backup data berjalan otomatis, tanpa perlu campur tangan Anda.

Bila website WordPress Anda sering di-update setiap hari, maka pilihlah opsi “Once Daily”. Namun sebaliknya, bila website WordPress tersebut hanya di-update beberapa hari sekali, maka pilihan opsi “Once Weekly” bisa Anda gunakan.

Tentukan juga alamat e-mail Anda yang akan dikirimkan hasil backup tersebut.

Lalu klik tombol Schedule Backup.

Anda bisa melihat jadwal backup berikutnya.

Anda bisa merubah jadwal tersebut dengan mengklik tombol Change.

Selain itu, Anda juga bisa merubah setting tadi, cukup dengan mengklik opsi yang baru (entah schedule, entah alamat e-mail tujuan) dan klik tombol Schedule Backup.

 

Demikian info tentang melakukan back up data pada wordpress semoga bermanfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Leave a Comment